Lahirnya buku pedoman ini berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya fenomena radikalisme dan intoleransi di lingkungan pendidikan tinggi yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keberagaman. Perguruan tinggi sebagai ruang produksi pengetahuan dan pembentukan karakter bangsa perlu menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kedamaian melalui pendidikan yang berorientasi pada pembebasan dan refleksi sosial.
Buku pedoman ini disusun berdasarkan hasil penelitian empiris yang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa di Indonesia masih rentan terhadap narasi keagamaan eksklusif dan dogmatis yang mengarah pada sikap intoleran. Melalui pengembangan model pembelajaran yang berlandaskan pendekatan socio-religious, penelitian ini menawarkan kerangka konseptual dan praktis untuk merekonstruksi pengetahuan keagamaan yang inklusif, reflektif, dan berkeadaban. Model ini dikembangkan melalui lima sintaks utama yaitu transformasi nilai socio-religious, seleksi informasi nilai, presentasi, elaborasi, dan refleksi, yang dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi untuk membangun kesadaran keberagamaan yang moderat dan terbuka terhadap perbedaan.
Penyusunan buku pedoman ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi akademik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral sivitas akademika untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang damai dan inklusif. Melalui buku ini, diharapkan para pendidik, dosen, dan pemangku kebijakan di perguruan tinggi dapat memiliki panduan implementatif dalam mencegah penyebaran paham radikal serta menumbuhkan nalar kebangsaan dan kemanusiaan di kalangan mahasiswa.