Buku ini disusun sebagai upaya untuk menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai organisme dan ekosistem tropis sekaligus memperkuat landasan teoritis dan praktis khususnya di era perubahan ekosistem baik secara lokal seperti alih fungsi lahan, deforestrasi, over harvesting, maupun global seperti perubahan iklim. Biologi tropis merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari organisme mulai dari mikroorganisme seperti bakteri dan jamur dan makroorganisme seperti hewan dan tumbuhan, hingga ekosistemnya di wilayah tropis. Tropis, secara umum, mengacu pada iklim dan wilayah geografis di sekitar khatulistiwa. Wilayah tropis menyimpan sebagian besar keanekaragaman hayati Bumi dan memainkan peran krusial bagi sistem planet, sehingga studi biologi tropis sangat penting dipelajari untuk memahami dan menjaga keseimbangan ekologis global Biologi tropis didasari oleh berbagai teori biologi. Teori biologi tersebut diantaranya 1) teori evolusi dan seleksi alam, 2) teori ekologi komunitas yang meliputi teori biogeografi pulau yang menjelaskan pola keanekaragaman spesies di daerah tropis, dan teori suksesi ekologis yang menjelaskan komunitas biologis berubah seiring waktu. Hal ini sangat relevan di ekosistem tropis yang dinamis, 3) teori relung yang menjelaskan bagaimana keanekaragaman hayati yang tinggi di daerah tropis dipertahankan karena adanya spesialisasi relung ekologis, 4) Teori "Hotspot" keanekaragaman hayati yang mengidentifikasi wilayah geografis tertentu yang memiliki konsentrasi tinggi spesies, namun di sisi lain menghadapi ancaman besar terhadap habitatnya. Teori-teori tersebut penting karena menjelaskan kehadiran organisme dengan berbagai atributnya dan ekosistem di tropis.