Penurunan
tingkat kelahiran atau yang lebih dikenal sebagai fertilitas masih menjadi
faktor penting bagi tercapainya kesejahteraan keluarga. Faktor tersebut
sekaligus menjadi tujuan program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Berbagai tantangan
yang berat dan jalan yang berliku-liku ditempuh untuk menurunkan angka
fertilitas dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Usaha besar yang
melibatkan seluruh lapisan masyarakat itu kelihatannya tidak sia-sia. Angka
fertilitas (TFR dan CBR) mengalami penurunan. TFR turun dari 5,6 anak per ibu
padaperiode tahun1961- 1971 menjadi 4,9 anak per ibu pada periode 1971 – 1980,
menjadi 4,2 pada periode tahun 1980-1990 dan menjadi 3,2 pada periode tahun
1990-2000, Namun akibat krisis moneter menurunya potensi ekonomi masyarakat
terjadi peningkatan kembali menjadi 3,5. Begitu pula CBR turun dari 43,0 pada
tahun 1971 – 1980 menjadi 38 pada tahun 1980 – 1990, menjadi 24 per seribu pada
periode tahun 1990-2000 dan terjadi peningkatan menjadi 29 per seribu pada
periode tahun 2000-2010.