•  PERILAKU REPRODUKSI TENAGA KERJA INDONESIA (PUS TKI) PASCA PANDEMI COVID 19

Penurunan tingkat kelahiran atau yang lebih dikenal sebagai fertilitas masih menjadi faktor penting bagi tercapainya kesejahteraan keluarga. Faktor tersebut sekaligus menjadi tujuan program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Berbagai tantangan yang berat dan jalan yang berliku-liku ditempuh untuk menurunkan angka fertilitas dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Usaha besar yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat itu kelihatannya tidak sia-sia. Angka fertilitas (TFR dan CBR) mengalami penurunan. TFR turun dari 5,6 anak per ibu padaperiode tahun1961- 1971 menjadi 4,9 anak per ibu pada periode 1971 – 1980, menjadi 4,2 pada periode tahun 1980-1990 dan menjadi 3,2 pada periode tahun 1990-2000, Namun akibat krisis moneter menurunya potensi ekonomi masyarakat terjadi peningkatan kembali menjadi 3,5. Begitu pula CBR turun dari 43,0 pada tahun 1971 – 1980 menjadi 38 pada tahun 1980 – 1990, menjadi 24 per seribu pada periode tahun 1990-2000 dan terjadi peningkatan menjadi 29 per seribu pada periode tahun 2000-2010.

Tulis Ulasan

Catatan : HTML tidak dapat diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

PERILAKU REPRODUKSI TENAGA KERJA INDONESIA (PUS TKI) PASCA PANDEMI COVID 19

  • Model Produk : BUKU
  • Ketersediaan : 49
  • Rp 82,635