Dinamika pengelolaan seni
pertunjukan wisata di Indonesia tidak tampak jelas. Karena penonton hanya
menyaksikan penampilan mereka di atas panggung pertunjukan yang bersifat
kolosal dan atraktif. Buku ini dimaksudkan untuk mencermati adanya dialektika
proses kreatif dari dua sentra seni pertunjukan di Indonesia, yaitu Sendratari
Ramayana di Panggung Terbuka Prambanan dan Kecak Ramayana di Uluwatu Bali.
Ternyata keduanya menjadi sampel proses pengelolaan yang berbeda, satu sisi
seni wisata dikelola oleh institusi formal, dan satu sisi dikelola oleh
komunitas desa. Bahkan proses regenerasinya juga memiliki perbedaan. Sendratari
Ramayana Prambanan ditampilkan oleh kelompok seniman, regenerasinya sangat
ketat. Sementara kecak Ramayana Uluwatu bersifat regeneratif. Ada pembinaan
secara khusus dan bimbingan dari seniornya.