Masalah gizi stunting
(balita pendek) merupakan salah satu masalah gizi yang krusial, khususnya di
negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh
kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat dari
akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama, mulai dari masa
kehamilan sampai usia 24 bulan. Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi
pemerintah, karena masih ada sebagian masyarakat yang hidup di bawah garis
kemiskinan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan mengungkap berbagai
kondisi yang melartar belakangi tingginya balita berstatus stunting pada
masyrakat nelayan. Kualitas hidup masyarakat suatu bangsa dapat diukur dari
rendahnya tingkat kematian, tingkat sosial ekonomi, pencemaran lingkungan,
kekurangan gizi, penyediaan air bersih yang tinggi sebab untuk menekan angka
kematian terutama pada bayi dan anak diperlukan dukungan sosial ekonomi,
lebih-lebih untuk penyelenggaraan hidup sehat, pendidikan dan Kondisi
lingkungan biofisik di lingkungan permukiman. Di samping itu juga kurangnya
penyediaan fasilitas pelayanan sosial dan kesulitan dalam menjaga kelestarian
lingkungan hidup. Bila hal ini benar-benar terjadi, maka akibat negatif yang
ditimbulkan cukup besar terutama dalam bentuk peningkatan kemasyarakat kurang
mampu dan semakin banyaknya daerah-daerah pemukiman yang kurang layak seperti
pemukiman nelayan atau pesisir.