• KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN  PADA MASYARAKAT NELAYAN

Masalah gizi stunting (balita pendek) merupakan salah satu masalah gizi yang krusial, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat dari akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama, mulai dari masa kehamilan sampai usia 24 bulan. Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, karena masih ada sebagian masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan mengungkap berbagai kondisi yang melartar belakangi tingginya balita berstatus stunting pada masyrakat nelayan. Kualitas hidup masyarakat suatu bangsa dapat diukur dari rendahnya tingkat kematian, tingkat sosial ekonomi, pencemaran lingkungan, kekurangan gizi, penyediaan air bersih yang tinggi sebab untuk menekan angka kematian terutama pada bayi dan anak diperlukan dukungan sosial ekonomi, lebih-lebih untuk penyelenggaraan hidup sehat, pendidikan dan Kondisi lingkungan biofisik di lingkungan permukiman. Di samping itu juga kurangnya penyediaan fasilitas pelayanan sosial dan kesulitan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Bila hal ini benar-benar terjadi, maka akibat negatif yang ditimbulkan cukup besar terutama dalam bentuk peningkatan kemasyarakat kurang mampu dan semakin banyaknya daerah-daerah pemukiman yang kurang layak seperti pemukiman nelayan atau pesisir.

Tulis Ulasan

Catatan : HTML tidak dapat diterjemahkan!
    Jelek           Bagus

KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN PADA MASYARAKAT NELAYAN

  • Model Produk : BUKU CETAK
  • Ketersediaan : 50
  • Rp 58,995