|
Di Indonesia, kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman pokok ke
tiga setelah padi dan jagung. Permintaan komoditas ini, baik sebagai bahan
pangan maupun industri setiap tahun terus meningkat sejalan dengan terus
bertambahnya jumlah penduduk. Sebagai bahan pangan, kedelai mengandung
protein nabati yang cukup tinggi (sekitar 40%) sehingga sangat baik untuk
peningkatan gizi masyarakat, karena
harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan sumber protein yang
berasal dari daging, ikan, atau telur. Namun produksi kedelai di Indonesia
hingga kini masih belum dapat memenuhi
kebutuhan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri setiap tahun
pemerintah masih mengimpor kedelai dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena
itu produksi kedelai nasional perlu terus ditingkatkan agar kebutuhan kedelai
dalam negeri dapat terpenuhi.
Terkait dengan permasalahan kedelai di atas, kehadiran buku dengan judul
“KEDELAI : Budi daya pada Berbagai
Agroekosistem dan Pemanfaatannya” ini dapat digunakan sebagai salah
satu acuan dalam menyelesaikan permasalahan kedelai di Indonesia. Buku ini
menyajikan berbagai aspek kedelai
secara luas dan mendalam, mulai dari daya saing usaha tani kedelai,
perkembangan produksi dan permitaan kedelai di Indonesia, ketersediaan lahan
dan kesesuaian lahan untuk budi daya kedelai, teknik budi daya dan pendapatan
usaha tani kedelai pada berbagai jenis lahan, pengolahan hasil panen menjadi
berbagai produk pangan dan nilai gizinya,
hingga strategi peningkatan produksi kedelai dalam negeri untuk
mencapai swasembada. Buku ini disusun dari hasil-hasil penelitian teknologi
budi daya kedelai dari berbagai jenis lahan/agroekosistem, dan hasil-hasil
penelitian pasca panen yang dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian
para mahasiswa pada berbagai strata dan peneliti. Selain itu buku ini juga dapat digunakan
sebagai acuan bagi para pengambil kebijakan untuk peningkatan produksi dan
praktik budi daya kedelai. Semoga buku ini bermanfaat, jayalah kedelai
Indonesia.
|