Page 19 - Buku Pengantar tumbuhan struktur dan perkembangan organ generatif tumbuhan FULL
P. 19
dengan induk atau menghasilkan individu baru yang secara
genetik berbeda dari induk. Selain reproduksi secara generatif
yaitu melalui persatuan antara gamet jantan dan betina,
tumbuhan juga dapat melakukan reproduksi secara vegetatif.
Reproduksi secara vegetatif hanya melibatkan satu
induk saja dan keuntungannya akan memiliki sifat sama
dengan induknya. Reproduksi vegetatif dapat terjadi secara
alamiah misalnya dengan cara terbentuknya tunas (tunas
daun:cocor bebek; tunas akar: sukun), umbi lapis (contoh
bawang merah), umbi batang (contoh kentang), rimpang
seperti kelompok tumbuhan kelompok Zingeberaceae
(lengkuas, kunyit), geragih (stolon) contoh stroberi, rumput
teki. Selain itu reproduksi vegetatif dengan bantuan manusia
dapat dilakukan dengan cara mencangkok (mangga, jambu),
stek (stek batang: singkong, stek daun: Begonia), menempel
(okulasi) contoh rambutan, durian.
Angiospermae sering dikenal kelompok divisi
Anthophyta memiliki keanekaragaman dan sebaran luas
secara ekologi dibandingkan tumbuhan lain karena
keberadaan dua struktur reproduksi yaitu bunga dan buah.
Fungsi bunga adalah untuk memastikan terjadinya proses
penyerbukan. Bunga juga memberikan perlindungan bagi
ovula dan perkembangan embrio dan akhirnya akan terbentuk
biji dan buah. Daun-daun bunga melekat pada ujung sumbu
disebut dasar bunga (reseptakulum), daun bunga dapat
2

